Indoproperty

Indoproperty


Franchise Detail
Nama Perusahaan : Indoproperty Real Estate
Modal Minimal : Rp 550.000.000,-
Franchise Fee : Rp 160.000.000,-
Berdiri Sejak : Tahun 1999
Biaya Royalti : 0
Jumlah Gerai : 11 Gerai
Biaya Advertising : Rp 0,-
Info/Deskripsi Franchise : Indonesia’s No.1 Real Estate Agent through Best Business Practices

Keberadaan Indoproperty sangat erat kaitannya dengan Hary Jap. Pendiri sekaligus President Director Indoproperty ini mungkin adalah satu-satunya di Indonesia yang memiliki pengalaman paling lengkap di industri broker property. Memulai karir di industri ini sebagai “salesperson” menjadikan dirinya sangat memahami permasalahan dan tantangan yang dihadapi tiap ujung tombak secara mendetail.


Setelah membukukan prestasi gemilang di posisi ujung tombak, pada tahun 1999 Hary Jap bersama beberapa rekannya memulai kiprahnya sebagai pemilik sekaligus pengelola kantor yang bernaung dalam salah satu Franchise Group di Indonesia. Catatan prestasi demi prestasi, selain melambungkan namanya, juga memberinya kesempatan untuk membuka kantor kedua, ketiga dan keempat. Dalam perjalanannya tiga dari empat kantor tersebut juga masuk dalam jajaran kantor-kantor yang berprestasi.


Hary Jap jelas memiliki “passion” dalam bisnis yang digelutinya. Dalam banyak kesempatan, interaksinya dengan banyak media baik di Indonesia maupun regional, membuat pandangan-pandangan kritisnya dikenal dan dihargai publik. Tulisan-tulisannya secara rutin mengisi kolom Properti Indonesia, majalah tertua dan terpercaya di industri ini. Tercatat sudah lebih dari 9 tahun dirinya menjabat sebagai Redaktur Ahli di media tersebut. Kiprahnya di industri ini akhirnya membuahkan sederet pengakuan baik formal maupun informal. Saat ini Hary Jap dipercaya sebagai Ketua DPD AREBI (Asosiasi Real Estate Broker Indonesia) DKI Jakarta. Sekali lagi kepercayaan publik yang penting mengingat Jakarta adalah barometer industri ini dan pintu gerbang masuknya trend-trend yang di kemudian hari akan mewarnai industri ini.


Beberapa penobatan dari media juga mewarnai kiprahnya. Pemasar termahal maupun Pengusaha Muda berprestasi adalah beberapa “judul” yang diberikan media-media tersebut. Sampai saat ini pula Hary Jap secara rutin diminta sebagai kontributor di program Real Estat, Metro TV. Prestasi maupun penghargaan demi penghargaan rupanya tidak menghalanginya untuk terus berpikir kritis bagi kemajuan industri yang digelutinya. Hary Jap merasa bahwa sudah saatnya ia melahirkan, memimpin, berpikir strategis mengenai industri yang menurutnya sangat padat “local content”nya. Pertimbangan dan keberanian itu dituangkannya dalam Indoproperty, yang sudah sangat jelas mengusung nama Indonesia. Hary Jap berpikir bahwa sudah saatnya industri ini dipimpin oleh perusahaan asli Indonesia yang di”nahkodai” oleh orang Indonesia yang memiliki kemampuan berpikir “global” tetapi sekaligus tidak melupakan prinsip bahwa seharusnya banyak “pengetahuan” lokal yang sangat berharga untuk di “exposed”. Hal tersebut menandai lahirnya Indoproperty pada 1 Maret 2007 yang lalu.


Indoproperty memiliki visi “Indonesia’s No.1 Real Estate Agent through best business practices”. Catatan penting dari visi itu adalah “aplikasi praktek bisnis terbaik”. Artinya sebagai keluarga besar Indoproperty, terus menerus meng”update” diri dan mengadopsi kemampuan yang lebih baik, lebih efisien, lebih efektif, dll, dari pihak lain yang ujung-ujungnya dapat meningkatkan daya saing adalah sesuatu yang mutlak harus dibiasakan. Catatan ini juga dapat diartikan bahwa masih banyak sekali Franchise Group yang tidak memiliki semangat untuk meng”update” kemampuannya alias puas dengan fanatisme brandnya sendiri, tanpa menyadari bahwa mungkin saja system yang dibangga-banggakannya sudah “obsolete” dan tidak mendukungnya untuk berkembang lebih jauh lagi.


Misi dan 12 Budaya yang mengilhami setiap langkah Indoproperty dapat dibaca dan diresapi dalam lampiran.

Sangat jelas dalam 12 Budaya tersebut bahwa Indoproperty mementingkan pendekatan yang menyeluruh mulai dari “Commitment” yang harus 100% untuk sukses, maupun kehidupan yang seimbang ketika dihadapkan pada tarikan-tarikan antara bisnis dan kehidupan pribadi, seperti yang tertuang dalam “Balance”. Kedua belas budaya tersebut ditutup dengan prinsip “ Big Family” yang merupakan budaya penting disamping budaya-budaya lainnya. Indoproperty menyadari sepenuhnya bahwa persaingan, friksi dan problem lainnya akan timbul dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kemajuan. Budaya “Big Family” akan terus mengingatkan bahwa selaku keluarga besar, semua masalah pasti dapat diselesaikan asalkan tidak mengedepankan emosi maupun pendapat pribadi semata. Visi, misi dan budaya tersebut diatas merupakan bukti keseriusan Hary Jap dalam mengembangkan bisnisnya. Pada akhir Agustus 2008 yang lalu dimulailah jaringan waralaba Indoproperty dengan target minimum 28 kantor “franchise” Indoproperty Real Estate dibuka secara serentak di tahun 2009 mendatang.
Demikianlah catatan singkat ini, selamat menjadi Real Estate Agent No 1 di daerah berbisnis kita masing-masing yang akhirnya membuat kita bersama menjadi No 1 di Indonesia.

Waralaba Lainnya